Chat belum dibalas
Pesan penting bisa tertimbun dan tidak terlihat oleh tim.
Lihat chat yang belum dibalas, ticket yang hampir terlambat, dan performa response time agent dari satu dashboard sebelum pelanggan menunggu terlalu lama.
Komplain belum dibalas
Sudah 42 menit tanpa response. Perlu eskalasi supervisor.
Lead reseller menunggu follow up
Sisa 8 menit sebelum melewati target response time.
Pertanyaan status order
Agent aktif menangani percakapan.
Tanpa monitoring SLA, supervisor baru tahu ada masalah setelah pelanggan komplain, chat sudah lama tidak dibalas, atau prospek sudah kehilangan momentum.
Pesan penting bisa tertimbun dan tidak terlihat oleh tim.
Supervisor sulit tahu seberapa cepat agent membalas pelanggan.
Masalah baru terlihat saat pelanggan sudah menunggu terlalu lama.
Ticket penting tidak segera naik ke supervisor karena tidak ada alert.
Tim sulit melihat agent mana yang cepat, lambat, atau butuh bantuan.
Dengan SLA Monitoring, setiap chat dan ticket bisa dipantau berdasarkan target response time. Tim dapat melihat ticket yang on track, hampir terlambat, atau sudah melewati SLA.
Tim tidak perlu menebak chat mana yang urgent. Dashboard membantu menunjukkan prioritas berdasarkan waktu dan status percakapan.
Setiap chat pelanggan masuk ke inbox tim dan waktu masuknya tercatat. Dari sini, tim bisa mulai melihat mana percakapan yang butuh respon cepat.
Pantau waktu respon agent dari chat masuk sampai pelanggan menerima balasan.
Lihat chat yang on track, at risk, atau sudah melewati target response time.
Identifikasi ticket yang belum ditangani agar bisa segera difollow up.
Lihat performa agent berdasarkan kecepatan respon dan penyelesaian ticket.
Ticket berisiko bisa dinaikkan ke supervisor sebelum menjadi komplain besar.
Gunakan data SLA sebagai bahan evaluasi operasional dan coaching agent.
SLA Monitoring membantu bisnis menjaga pengalaman pelanggan, mengurangi chat yang menggantung, dan membuat supervisor lebih mudah mengambil keputusan saat operasional sedang ramai.
Tim bisa mengetahui percakapan yang butuh respon sebelum pelanggan kembali komplain.
Status SLA membantu supervisor melihat kondisi tim tanpa menunggu laporan manual.
Performa response time membantu agent memahami standar pelayanan yang harus dijaga.
Pelanggan tidak dibiarkan menunggu terlalu lama karena tim punya indikator prioritas.
Pantau pertanyaan dan komplain pelanggan agar tidak terlambat ditangani.
Jaga momentum lead dengan response time yang lebih terukur.
Pastikan chat order, pembayaran, dan pengiriman tidak tertunda terlalu lama.
Lihat ticket yang hampir melewati SLA dan lakukan eskalasi lebih cepat.
Pantau standar pelayanan tim tanpa harus membuka chat satu per satu.
Monitoring manual membuat supervisor harus mencari masalah. SLA Monitoring membantu masalah terlihat sebelum terlambat.
| Monitoring Manual | SLA Monitoring SatuInbox |
|---|---|
| Supervisor cek chat satu per satu | Dashboard menampilkan status SLA percakapan |
| Ticket terlambat baru diketahui setelah ada komplain | Ticket at risk bisa terlihat lebih awal |
| Response time sulit dihitung | Response time agent bisa dipantau |
| Eskalasi dilakukan saat masalah sudah besar | Eskalasi bisa dilakukan sebelum SLA terlewati |
| Performa agent berdasarkan feeling | Performa agent dilihat dari data response time |
| Laporan pelayanan dibuat manual | Aktivitas SLA masuk ke dashboard dan report |
SLA Monitoring adalah fitur untuk memantau apakah chat atau ticket pelanggan ditangani sesuai target waktu respon yang ditentukan oleh bisnis.
Response time adalah waktu yang dibutuhkan agent untuk membalas pelanggan. SLA adalah standar atau target waktu layanan yang ingin dijaga oleh bisnis.
Ya. Supervisor dapat melihat ticket yang on track, berisiko terlambat, atau sudah melewati SLA sehingga bisa mengambil tindakan lebih cepat.
Cocok. Sales team bisa menggunakan SLA Monitoring untuk menjaga kecepatan follow up lead agar prospek tidak kehilangan momentum.
Ya. Aktivitas agent, response time, dan status ticket dapat dipantau sehingga supervisor lebih mudah melakukan evaluasi dan coaching.
Pantau SLA, ticket terlambat, response time, dan performa agent dari satu command center agar pelanggan tidak menunggu terlalu lama.