Chat tidak punya status
Sulit membedakan chat baru, sedang diproses, perlu follow up, atau sudah selesai.
Setiap chat pelanggan bisa punya status, penanggung jawab, histori, dan prioritas agar tim lebih mudah menindaklanjuti percakapan sampai selesai.
Cek status order pelanggan
Pelanggan menanyakan proses order dan estimasi pengiriman.
Lead reseller minta paket harga
Butuh follow up sales sebelum prospek dingin.
Komplain pengiriman tertunda
Perlu eskalasi ke supervisor dan update pelanggan.
Komplain pengiriman tertunda
Masalah terbesar bukan hanya banyaknya chat. Masalahnya adalah percakapan tidak punya status, prioritas, dan pemilik yang jelas.
Sulit membedakan chat baru, sedang diproses, perlu follow up, atau sudah selesai.
Prospek, komplain, dan request pelanggan bisa tertinggal tanpa pengingat yang jelas.
Chat penting bisa diperlakukan sama seperti chat biasa, padahal perlu respon cepat.
Agent harus screenshot atau forward chat untuk meminta bantuan supervisor.
Bisnis sulit melihat berapa ticket selesai, tertunda, atau melewati SLA.
Dengan WhatsApp Ticketing, chat pelanggan tidak hanya dibalas. Setiap percakapan bisa dikelola sebagai ticket dengan status, owner, prioritas, histori, catatan internal, dan SLA yang bisa dipantau.
Tim tidak lagi hanya melihat chat sebagai daftar pesan. Setiap percakapan menjadi pekerjaan yang bisa dikendalikan sampai selesai.
Pelanggan tetap menghubungi WhatsApp bisnis Anda. Tim tidak perlu mengubah kebiasaan pelanggan, yang berubah adalah cara percakapan dikelola di belakang layar.
Tandai percakapan sebagai baru, diproses, follow up, pending, atau selesai.
Setiap ticket bisa memiliki agent penanggung jawab agar alur kerja lebih jelas.
Bedakan ticket biasa, penting, dan urgent agar tim bisa menentukan prioritas.
Tambahkan catatan internal tanpa terlihat oleh pelanggan.
Eskalasi ticket ke supervisor atau tim terkait tanpa kehilangan konteks percakapan.
Pantau ticket yang belum dibalas, tertunda, atau membutuhkan tindak lanjut cepat.
WhatsApp Ticketing membantu tim mengubah chat yang sebelumnya hanya mengalir menjadi pekerjaan yang bisa diprioritaskan, dikerjakan, dipantau, dan ditutup.
Setiap percakapan punya status sehingga tim tahu mana yang masih perlu ditindaklanjuti.
Setiap ticket bisa dikaitkan dengan agent tertentu agar tanggung jawab tidak kabur.
Ticket urgent bisa langsung terlihat tanpa harus mencari manual dari tumpukan chat.
Ticket yang lama terbuka, belum dibalas, atau butuh eskalasi bisa dipantau dari dashboard.
Kelola komplain dari awal sampai selesai tanpa kehilangan histori.
Pastikan lead yang belum closing tetap punya status dan jadwal tindak lanjut.
Pantau pertanyaan order, pembayaran, pengiriman, dan perubahan pesanan.
Ticket penting bisa diteruskan tanpa harus screenshot chat satu per satu.
Kelola bantuan pelanggan setelah pembelian dengan alur yang jelas.
Chat biasa hanya menampilkan percakapan. Ticketing membantu bisnis melihat pekerjaan di balik percakapan.
| Chat WhatsApp Biasa | WhatsApp Ticketing SatuInbox |
|---|---|
| Chat hanya berupa daftar pesan | Setiap chat bisa dikelola sebagai ticket |
| Status percakapan tidak jelas | Ticket punya status seperti new, progress, follow up, pending, dan done |
| Tanggung jawab agent sulit dilihat | Ticket bisa di-assign ke owner tertentu |
| Prioritas sulit dibedakan | Ticket bisa diberi prioritas sesuai urgensi |
| Eskalasi sering dilakukan manual | Eskalasi bisa dilakukan tanpa kehilangan konteks |
| Sulit melihat ticket tertunda | Supervisor bisa memantau ticket terbuka dan SLA |
WhatsApp Ticketing adalah cara mengelola chat WhatsApp pelanggan sebagai ticket yang memiliki status, penanggung jawab, histori, prioritas, dan tindak lanjut yang bisa dipantau.
Chat biasa hanya berisi percakapan. Ticket membantu tim memahami status pekerjaan di balik percakapan, seperti siapa owner-nya, apakah perlu follow up, apakah sudah selesai, atau perlu eskalasi.
Ya. Ticketing sangat cocok untuk customer service yang menangani komplain, pertanyaan order, after sales, dan percakapan yang membutuhkan tindak lanjut sampai selesai.
Bisa. Setiap ticket dapat diberikan ke agent yang bertanggung jawab, sehingga supervisor dan tim lebih mudah melihat siapa yang menangani percakapan tersebut.
Ya. Supervisor dapat memantau ticket terbuka, ticket pending, ticket yang butuh follow up, dan percakapan yang melewati SLA dari dashboard SatuInbox.
Kelola percakapan pelanggan sebagai ticket dengan status, owner, prioritas, histori, dan SLA yang bisa dipantau dari satu command center.