Chat saling rebut
Dua agent bisa membalas pelanggan yang sama tanpa koordinasi.
Setiap chat pelanggan bisa diarahkan ke agent yang bertanggung jawab, sehingga tidak ada percakapan yang tumpang tindih, terabaikan, atau saling lempar.
Tanya status order
Butuh respon CS dan update pengiriman.
Minta paket harga
Cocok diarahkan ke tim sales.
Paket belum diterima
Perlu agent senior atau supervisor.
Agent CS 01
12 chat aktif
Sales Admin
6 lead follow up
Supervisor
3 eskalasi aktif
Routing logic: chat sales diarahkan ke Sales Admin, komplain prioritas ke Supervisor, dan pertanyaan order ke Agent CS.
Saat banyak agent membalas dari satu nomor, masalah sering muncul bukan karena tim tidak bekerja, tetapi karena tidak jelas siapa yang harus menangani chat tertentu.
Dua agent bisa membalas pelanggan yang sama tanpa koordinasi.
Agent bingung apakah chat harus ditangani CS, sales, admin order, atau supervisor.
Supervisor sulit tahu agent mana yang sedang penuh dan mana yang masih bisa menerima chat.
Chat bisa berhenti karena tidak ada agent yang merasa bertanggung jawab.
Sulit melihat performa agent jika ownership percakapan tidak tercatat.
Dengan Agent Assignment, setiap percakapan WhatsApp bisa diarahkan ke agent yang tepat. Supervisor dapat melihat siapa yang menangani chat, status pekerjaan, dan workload masing-masing agent.
Tim tidak lagi bertanya “ini siapa yang handle?”. Setiap chat punya owner, status, dan alur kerja yang jelas.
Pelanggan tetap menghubungi nomor WhatsApp bisnis yang sama. Semua chat masuk terkumpul dalam inbox tim sebelum diarahkan ke agent yang tepat.
Supervisor dapat memilih agent yang paling tepat untuk menangani chat tertentu.
Setiap percakapan memiliki penanggung jawab yang terlihat oleh tim.
Lihat jumlah chat aktif yang sedang ditangani masing-masing agent.
Pindahkan chat ke agent lain saat perlu eskalasi atau pergantian shift.
Tambahkan catatan agar agent berikutnya memahami konteks percakapan.
Pantau aktivitas agent berdasarkan percakapan yang ditangani.
Agent Assignment membantu tim menghindari tumpang tindih, memperjelas tanggung jawab, dan membuat supervisor lebih mudah mengatur beban kerja agent.
Setiap chat punya owner sehingga tim tahu siapa yang harus menindaklanjuti.
Risiko dua agent membalas pelanggan yang sama bisa dikurangi.
Supervisor bisa melihat agent mana yang penuh dan mana yang masih bisa menerima chat.
Chat penting bisa dipindahkan ke agent senior atau supervisor tanpa kehilangan konteks.
Bagikan pertanyaan dan komplain pelanggan ke agent CS yang tersedia.
Arahkan lead prospek ke sales yang tepat untuk follow up berikutnya.
Assign chat tentang order, pembayaran, dan pengiriman ke admin terkait.
Pantau agent yang sedang penuh, idle, atau menangani eskalasi penting.
Pindahkan chat ke agent shift berikutnya tanpa kehilangan konteks.
Chat manual hanya memperlihatkan percakapan. Assignment membuat percakapan punya pemilik dan alur kerja.
| Chat WhatsApp Manual | Agent Assignment SatuInbox |
|---|---|
| Admin membalas berdasarkan siapa yang melihat duluan | Chat bisa diarahkan ke agent yang tepat |
| Tidak jelas siapa owner percakapan | Setiap chat punya penanggung jawab |
| Workload agent sulit dipantau | Jumlah chat aktif per agent bisa terlihat |
| Eskalasi sering dilakukan lewat screenshot | Chat bisa ditransfer tanpa kehilangan konteks |
| Follow up mudah terlewat | Owner chat bertanggung jawab sampai selesai |
| Performa agent sulit dinilai | Aktivitas agent bisa masuk dashboard |
Agent Assignment adalah fitur untuk membagikan chat WhatsApp ke agent tertentu agar setiap percakapan memiliki penanggung jawab yang jelas.
Bisa. Chat dapat dipindahkan ke agent lain saat perlu eskalasi, pergantian shift, atau ketika agent sebelumnya tidak lagi menangani percakapan tersebut.
Ya. Supervisor dapat melihat jumlah chat aktif dan kondisi workload agent sehingga pembagian chat lebih seimbang.
Ya. Sales team dapat menggunakan assignment untuk membagikan lead ke sales yang tepat dan memastikan setiap prospek memiliki follow up yang jelas.
Pelanggan tetap berkomunikasi melalui nomor WhatsApp yang sama. Proses assignment terjadi di sisi internal tim agar operasional lebih rapi.
Bagikan chat ke agent yang tepat, pantau workload, dan pastikan follow up tidak terlewat dari satu command center.